AL-MASJID AL-AQSHO

0
43

Al-Masjid Al-Aqsho artinya masjid yang jauh. Yaitu masjid yang ada di Palestina yang dulu dibangun oleh nabi Adam A.S dan diperbaharui oleh Nabi Sulaiman bin Daud A.S., menjadi kiblat dalam melaksanakan ibadah bagi nabi-nabi.

Pada masa awal Islam, Rasululloh dan pengikutnya juga berkiblat ke masjid Al-Aqsho dalam melaksanakan sholat. Setelah diolok-olok oleh kaum Yahudi, karena berkiblat ke masjid Al-Aqsho, yang mereka anggap sebagai kiblatnya kaum Yahidi, maka Nabi SAW meminta kepada Allah agar memiliki kiblat yang berbeda, kemudian Alloh mengabulkan permintaannya dan memerintahnya agar berkiblat ke Al-Masjid Al-Haram di Makkah. Tempat Nabi SAW mengalami proses perpindahan kiblat itu dibangun sebuah masjid sebagai monument yang dinamai masjid “Qiblatain” yang artinya dua kiblat. Di dalam Al-Qur’an Masjid  Al-Aqsho disifati dengan “Yang Aku (Alloh) berkahi sekitarnya”.

Dalam mengartikan sifat itu, banyak ahli tafsir yang berbeda pendapat. Ada yang mengatakan, karena banyak para nabi yang berdakwah di situ. Ada yang mengatakan, karena di sekitar masjid Al-Aqsho ada kubur para nabi, seperti kubur nabi Ibrahim, Nabi Ishak, Nabi Yakub, Nabi Daud, nabi Sulaiman dan sebagainya. Oleh karena itu, para ulama di tanah Jawa kalau membangun masjid maka di dekatnya ada kuburan. Itu suatu tata ruang yang menirukan tata ruang yang ada di Al-Masjid Al-Aqsho. Sayang sekali akhir-akhir ini masjid itu dicaplok oleh Israil. Padahal Rasululloh SAW bersabda :

لا تشد الرحال الا الى ثلاثة مساجد المسجد الحرام والمسجد الاقصى ومسجدي هذا .

“Tidak boleh dilakukan perjalanan (ziarah) kecuali kepada tiga masjid : al-masjidil haram, al-masjidil aqsho dan masjidku ini (masjid nabawi)”. Untuk memahami maksud hadits ini, haruslah membaca hadits-hadits lain agar tidak terjebak ke pengharaman ziarah sebagaimana yang dialami kaum Wahhabi. Semoga bermanfaat. (MD Royyan).

judul iklan

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here