ABDULLAH BIN ZUBAIR : LELAKI PEMBERANI

0
123

Abdullah bin Zubair atau Ibnu Zubair (624 – 692) ( عبدالله بن الزبير ) adalah putera dari Zubair bin Al-Awwam, hasil penikahan dengan Asma binti Abu Bakar As-Shiddiq RA. Ibnu Zubair juga merupakan keponakan dari istri Nabi Muhammad, A’isyah RA.

Diriwayatkan bahwa Asma binti Abu Bakar melahirkan Ibnu Zubair di Quba pada saat perjalanan hijrah ke Madinah. Dia mempunyai rekor khusus, yaitu merupakan anak muslim pertama yang lahir dalam masyarakat Islam. Dia orang yang berumur panjang, hidup sampai umur 73 tahun. Menurut riwayat dari Bukhari, Rasulullah SAW mendoakan bayi ini pada saat kelahirannya.

Ibnu Zubair merupakan anggota dari Bani Asad. Sebagai orang muda, Abdullah berpartisipasi dalam berbagai peperangan yang dilakukan oleh Nabi Muhammad SAW seperti Pertempuran Badar dan Pertempuran Uhud, malah di Uhud, dia termasuk salah seorang yang melindungi Nabi Muhammad SAW ketika kekalahan ada di pihak kaum muslimin,  pada saat sahabat-sahabat yang lain melarikan diri.

Ada kisah menarik antara Abdullah bin Zubair dengan Amirul Mu’minin Umar bin Khaththab RA. Ketika Umar sedang berjalan-jalan di kota Madinah, banyak anak kecil yang sedang bermain di jalan, namun ketika mereka melihat Umar, mereka lari tunggang langgang meninggalkan jalanan tersebut.

Namun ada satu anak yang tidak lari, dia adalah Ibnu Zubair. Umar lalu mendekati Ibnu Zubair dan bertanya, “Hai anak, kenapa kau tidak ikut lari bersama mereka ?” lalu Ibnu Zubair menjawab, “Kenapa aku harus lari, sedang aku tidak bersalah padamu ya Amirul Mukminin..”. Umar lalu menepuk-nepuk pundak Ibnu Zubair dan berkata : “Sungguh suatu saat nanti, engkau akan menjadi seorang yang besar”.

Benar juga firasat Umar RA. Pada saat kekhalifahan dipegang oleh Abdulmalik bin Marwan yang berkedudukan di Damasykus, ibnu Zubair mengangkat dirinya sebagai khalifah yang berkedudukan di Makkah. Abdulmalik mengutus gubernurnya di Makkah yang terkenal kejam bernama Hajjaj bin Yusuf, maka terjadilah peperangan antara tentara Ibnu Zubair dan tentara Hajjaj, dan Ibnu Zubair mati syahid di samping ka’bah. Kemudian Hajjaj yang kejam itu menggantung kepala Ibnu Zubair di samping ka’bah. Perbuatan Hajjaj itu dikutuk oleh umat Islam sepanjang sejarah, karena di dalam Qur’an ada kewajiban melindungi kehidupan orang muslim, tetapi Hajjaj malah membunuh tentara Ibnu Zubair secara massal dan menggantung kepala Ibnu Zubair. Di kemudian hari Hajjaj dibunuh dan dimutilasi oleh Al-Asytar. (MD Royyan)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here