Politisikah Anak Kita?

0
111
Oleh: Mohammad Danial Royyan

Pada suatu hari, seorang lelaki baya yang terdorong ingin menggambarkan masa depan anaknya, berfikir keras mencari cara untuk mengetahui apa bakat dan bagaimana karakter anak lelaki satu-satunya.

Dia mengajak rembuk istrinya tentang hal itu dan istrinya menyatakan setuju tetapi mempertanyakan caranya.

Suami: “Kita letakkan Al-Qur’an, uang 1000 US Dollar dan sebotol Wisky di meja kamarnya ketika dia tidur, lalu kita intip. Kalau dia bangun tidur terus mengambil Al-Qur’an berarti calon kiai. Kalau dia mengambil uang berarti calon pedagang. Dan kalau mengambil Wisky berarti anak nakal yang akan menyusahkan kita!.”

Istri: “Oke, aku setuju!.”

Kemudian keduanya menjalankan skenario dan mengintip di balik kamar anak mereka. Ketika bangun dari tidurnya, anak itu mengambil Al-Qur’an lalu mengempitnya di bawah ketiak tangan kanan. Setelah itu mengambil uang dan memasukkannya ke dalam saku. Yang terakhir mengambil sebotol Wisky, membuka tutup dan menciumnya lalu membawanya masuk kamar dan menutup pintunya.

Ayahnya memukulkan telapak tangan kanannya ke jidat sembari berkata: “Waduuh, anak kita ini tidak memilih tetapi membawa semuanya. Dia berbakat sebagai politisi layaknya politisi zaman now yang kita lihat, Bu!”.

Semoga bermanfaat!

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here